Tragedi Cogreg
Dampak perbaikan jembatan di Kananga selain terlambat tiba di tempat kerja, ternyata menambah pengalaman baru di hari Rabu, ,04 Pebruari 2026. Berputar pemikiran bagaimana cara untuk bisa pulang?
https://vt.tiktok.com/ZSanRSnW3/
Begitu mendengar jalan terputus dari bu Uswah, terpikir lewat mana pulang hari ini?
Behitu pula saat menerima chatnya pa Dadang.
[4/2, 14.45] +62 813-8151-6364: Assalamualaikum ... kumaha kondisi terakhir jembatan kananga?
[4/2, 15.13] +62 813-8151-6364: Kananga
[4/2, 15.14] +62 813-8151-6364: Wengi kamari abdi ngalangkungan ka jembatan Kananga, kondisina sdh menghawatirkan, palaur ngagebros.
[4/2, 15.16] aguskoesmana: Tadi enjing oge msh aman pa, tonase ageung maksa jadina rungkad ðŸ˜
[4/2, 15.18] +62 813-8151-6364: Muhun, biasana upami kondisina sepertos Kitu, bis murni/asli dialihkan kamana pa Agus?
[4/2, 15.19] aguskoesmana: Teu aya alternatip, waktos cisata putus oge terminal baru di sodong.
[4/2, 17.36] +62 813-8151-6364: Kumaha janten na uih teh? Tiasa ka jambatan kananga?
[4/2, 17.50] +62 813-8151-6364: Emut ka Rafli, bade uih ka labuan enjing, biasana naek Arimbi sampai rompok teh pk 12 malam
[4/2, 17.50] +62 813-8151-6364: Kabayang upami jalanna bermasalah
[4/2, 19.07] aguskoesmana: Bis tiasa pa
[4/2, 19.09] aguskoesmana: Mobil berat arah Lbn parkir di cisata, mdh2 teu kajantenan pegat sapertos di Cisata tea.
Ternyata ustad Uje berencana menuju ke arah Bojong via Saketi. Jadilah dapat tumpangan, walaupun harus menunggu transaksi motor dulu di kp Teluk. Tapi sepertinya gagal karena tidak sepakat masalah harganya. Kelengkapan surat dijadikan alasan.
https://vt.tiktok.com/ZSanRSnW3/
Berangkat setelah bertukar motor terlebih dahulu, di perjalanan ke arah terminal nongkrong PS Cibaliung ke arah Panimbang. Jalur bis ada yang nongkrong. Berarti, belum yakin.
Kendaraan dari arah Menes cukup ramai, diantaranya mobil bis Arimbi ke arah Labuan berpapasan di sekitaran Montor. Mendekati wilayah Menes di depan terlihat buntut bis merah. Ada harapan.
Terlewatilah di sekitar Ciputri. Bisa ditunggu di Saketi. Lewati daerah Sodong cukup padat kendaraan ke arah Saketi. Sodong pintu. Melewati Kadubelang, beberapa motor mencoba mendahului dengan kecepatan tinggi, begitupun dengan tumpanganku ini, tapi segera kembali ke jalur kiri. Melewati TPU Muncang ke arah Rest area KM 50 Aria Difa. Terlihat sebuah motor yang merupakan sepasang keluarga dengan seorang anak melewati garis tengah di pas kuburan dan POM Indomobil- yang sudah ditinggal, tujuannya mau menyalip suv silper di belakang sebuah truk.
Kejadian cukup cepat, juga aneh dan jelas karena berurutan langsung, dari garis tengah tengah jalan motor tersebut berbelok 90⁰ ke sebelah kiri jalan menghantam ujung pilar. Bruk. Motor ambruk diikuti tangisan anak kecil. Uje menghentikan motor.
Bruk. Tepat di belakang motor tumpangan sebuah motor ambruk dengan dua orang bapak terjerembab ke depan. Berbarengan ban depannya menghantam kaki ustad Uje, dan setang bagian kanan menghantam bokongku di sisi bagian kiri. Terasa ada sakit akibat benturan. Motor penabrak- hanya tinggal rangka berjalan itu, berceceran olinya begitu juga step depan yang copot hingga tergeletak di bawah motornya.
Ustad Uje berupaya menolong pemotor yang hampir terjun ke tebing yang cukup dalam di bantu bapak-bapak dengan kaos coklat logo bayangkara dengan sigapnya. Di pinggir aspal aku mencoba menahan sakit dambil mengatur kendaraan yang lewat supaya berjalan lancar. Bantuan datang dari pinggir kebun sayuran dengan membawakan segelas air buat meredakan tangis bocah yang kaget atau mungkin kesakitan.
Perjalanan dilanjutkan ke arah Saketi. Kami berpisah di Bunderan Curug. Ustad Uje melanjutkan ke arah Bojong. Dalam hitungan detik bis Murni datang, perjalanan lancar ke arah Pandeglang. Hingga akhirnya nongkrong di sekitaran POM Cipacung untuk menunggu jam 18⁰⁰ agar bisa melintas ke arah alun-alun.
Komentar
Posting Komentar